Mengenal Akad Nikah: Pengertian dan Hukumnya

| |

Mau menikah? pastikan Kamu kenal apa itu nikah?

Pengertian Nikah

Menurut bahasa definisi nikah berarti penyatuan. Diartikan juga sebagai akad atau hubungan badan, selain itu ada juga yang mengartikannya dengan percampuran. Alfara’ mengatakan :”An-Nukh” Adalah sebutan untuk kemaluan.

Disebut Akad, Karena ia merupakan penyebab terjadinya kesepakatan itu sendiri. Sedang Al-azhari mengatakan :Akar kata nikah dalam ungkapan bahasa Arab berarti hubungan badan.

Dikatakan pula bahwa berpasangan itu juga meruapakan salah satu dari makna nikah. Sementara itu Al-Farisi mengatakan :”jika mereka mengatakan, bahwa sifulan atau anaknya sifulan menikah, maka yang dimaksud adalah mengadakan akad, akan tetapi jika dikatakan bahwa ia menikahi istrinya, maka yang dimaksud adalah hubungan badan.

Baca juga: Pengertian, Rukun, Syarat, dan Sunnah Pernikahan Islam

Adapun menurut syari’at nikah juga berarti akad, sedangkan pengertian hubungan badan itu hanya merupakan metafora saja, Hujjah (argumentasi ) atas pendapat ini adalah banyak pengertian nikah yang terdapat didalam itu tidak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadist sebagai akad. Bahkan dikatakan bahwa nikah itu tidak disebutkan dalam Al-Qur’an melainkan diartikan sebagai akad sebagaimana firman-Nya “sehingga ia menikah dengan laki-laki lain” yang tidak dimaksudkan sebagai hubungan badan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri menerangkan bahwa pada kenyataannya nikah itu tidak hanya sekedar Akad. Akan tetapi lebih dari itu, setelah pelaksanaan akad si pengatin harus merasakan nikmatnya dari akad tersebut.

Hukum nikah

Nikah merupakan amalan yang disyari’atkan hal ini didasarkan firman Allah Subhanahu wata’ala :

“Maka nikahilah wanita-wanita (lainnya) yang kalian senangi, dua, tiga, atau empat.kemudian jika kalian takut tidak berlaku adil, maka cukup seorang wanita saja, atau budak-budak yang kalian miliki” (QS. An-Nisa:3)

Demikian juga dengan firman-Nya yang lain :

“Dan Kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian serta orang-orang yang layak (menikah ) dari hamba-hamba shaya laki-laki dan hamba-hamba sahaya perempuan yang  kalian miliki

(Qs. An-Nur:32)

Rasullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda :

“Wahai generasi muda, barang siapa diantara kalian telah mampu serta berkeinginan untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan ”.

(“Muttafaqun Alaih”)

Demikian pula dengan sabda beliau yang lain :

“Menikahlah dengan wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan.Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian diantara para nabi  pada hari kiamat kelak.”

(HR.Ahmad dan Ibnu Hibban)
Previous

Mengapa Penting Untuk Beradab Dulu Sebelum Berilmu?

Konsep Hakiki Menjual Diri Kepada Allah

Next

Tinggalkan komentar