Apakah Syahadat Di Dalam Shalat Menjaga Kita Dari Kekufuran?

| |

Setiap shalat, kita selalu mengucapkan syahadat. Apakah dengan mengucapkan syahadat yang kita perbarui lima kali sehari itu kita terjaga dari kufur?

Pertanyaan ini sebenarnya tidak terkait secara langsung dengan persoalan fikih, tetapi lebih pada persoalan teologis.

Pertama-tama, hal yang harus diketahui adalah tentang makna kufr atau kekufuran dan pada batas mana seseorang kemudian dianggap kufur.

Dalam bahasa Arab, arti kata kufradalah ‘tutup’ (as-satr wa at-taghthiyyah), sedangkan ‘kafir’ adalah isim fail dari kufr. Karenanya, malam dinamai kafir sebab ia menutupi sesuatu dengan kegelapannya.

Asal kata kufr secara bahasa maknanya adalah “tutup”. Dari makna ini maka malam disebut kafir (yang menutupi) karena menutupi segala sesuatu dengan kegelapannya. Seorang penyair berkata: “di suatu malam yang kegelapannya menutupi bintang-gemintang.”

(Al-Khazin, Tafsir al-Khazin, Bairut-Dar al-Kutub al-llmiyyah, cet ke-l, 1425 H/2004 M, juz, l, h. 26)

Dalam istilah syara’, kufradalah mengingkari apa yang sudah pasti datang atau dibawa oleh Rasulullah saw.

“Dan menurut syara’, kufradalah mengingkari apa yang sudah pasti diketahui datang dari Rasulullah SAW.”

(Nashiruddin al-Baidlawi, Anwar at-Tanzil wa Asrar at-Ta’wil, Dar lhya’ at-Turats al-Arabi, cet ke-1, 1418 H, Juzl, h. 24)

Konsekuensi pengingkaran terhadap apa yang sudah diketahui secara pasti dibawa oleh Rasulullah SAW berakibat pada pengingkaran apa yang telah ditetapkan Allah SWT. Dan pelakunya disabut kafir.

Intinya, orang dikatakan melakukan kufr (kekufuran) adalah ketika ia mengingkari Allah SWT. atau mengingkari keesaan-Nya atau mengingkari sesuatu yang sudah pasti diturunkan kepada Rasulullah SAW, mengingkari kenabian beliau, atau mengingkari salah satu utusan-Nya.

Hal ini sebagaimana dikemukan oleh al-Baidlawi:

“Dan kesimpulannya bahwa orang mengingkari Allah atau keesaan-Nya, mengingkari sesuatu yang Allah SM. turunkan kepada Rasulullah SAW. atau mengingkari kenabiannya atau salah satu utusan-Nya maka ia adalah orang kafir.”

(Al-Khazin, Tafsir al-Khazin, Juz l, h. 26)

Dengan demikian, pada dasarnya ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat yaitu “Asyhadu an la ilaha illallah, wa anna Muhammad rasulullah (aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusanNya)” maka hal itu bisa menyelamatkannya dari kekufuran.

Sebab, apa yang dimaksudkan dengan kedua syahadat tersebut adalah menafikan ketuhanan selain Allah, dan hanya Allah yang berhak untuk disembah, dan pengakuan
terhadap risalah kenabian Muhammad SAW.

Di samping itu, jika ada seseorang yang diketahui kekufurannya, kemudian orang-orang melihat dia menjalankan shalat pada waktunya, sampai ia menjalankan banyak shalat, tetapi mereka tidak mengetahui ia mengikrarkan syahadat dengan lisannya, maka ia dihukumi sebagai orang mukmin.

Pandangan ini merupakan kesepakatan para ulama sebagaimana dikemukakan oleh Ishaq bin Rahawaih.

“Ishaq bin Rahawaih berkata, para ulama telah sepakat tentang sesuatu mengenai salat yang tidak mereka sepakatinya dalam bentuk ibadah-ibadah lainnya. Kesepakatan mereka (dapat dipahami) karena mereka semua menyatakan bahwa orang yang diketahui kufur kemudian orang-orang melihat ia melakukan shalat pada waktunya sehingga ia melakukan banyak shalat, sedangkan mereka tidak mengetahui ia mengikrarkan dua
kalimat syahadat dari lisannya, maka ia dihukumi sebagai mukmin.”

(Al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, Riyadl-Dar ‘Alam al-Kutub, 1423 14/2003 M, juz, 7, h. 207)

Pertanyaannya, mengapa dengan menjalankan shalat seseorang yang yang sudah diketahui kufur bisa dihukumi mukmin?

Jawaban paling sederhana untuk menjelaskan hal ini adalah karena dalam shalat ia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Jadi, dua kalimat syahadat yang selalu diucapkan dalam shalat bisa melindungi kita dari kekufuran.

Dan dalam sehari minimal lima kali kita diwajibkan untuk membentengi diri kita dari kekufuran.

Previous

Pentingnya Prasangka Baik Kepada Kaum Muslimin

Hukum Shalat Dengan Pakaian Basah Karena Kehujanan?

Next

Tinggalkan komentar